JAJANG, WIJAYA (2026) KAJIAN PERENCANAAN SENTRALISASI SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI. Bachelor thesis, Politeknik Penerbangan Palembang.
BAB I.pdf
Download (589kB)
BAB II.pdf
Download (612kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (352kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (837kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Sistem distribusi air bersih merupakan fasilitas penunjang yang sangat penting dalam operasional bandar udara karena mendukung kebutuhan sanitasi, pelayanan penumpang, operasional gedung, hingga fasilitas keselamatan. Berdasarkan hasil observasi lapangan pada fasilitas sisi selatan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sistem distribusi air bersih yang diterapkan masih menggunakan konsep desentralisasi, di mana setiap bangunan memiliki Ground Water Tank (GWT) dan sistem pemompaan masing-masing. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, seperti tekanan air yang tidak stabil, distribusi air yang tidak merata, serta pengisian reservoir yang harus dilakukan secara bergantian akibat keterbatasan tekanan jaringan PDAM. Selain itu, penggunaan banyak reservoir dan pompa menyebabkan meningkatnya konsumsi energi, biaya operasional, serta kompleksitas pengawasan dan pemeliharaan sistem.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja sistem distribusi air bersih eksisting, mengevaluasi efisiensi operasional sistem ditinjau dari aspek pemompaan, kapasitas reservoir, dan jaringan distribusi, serta merencanakan alternatif sistem sentralisasi distribusi air bersih yang lebih optimal, efisien, dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus dan analisis kuantitatif hidrolika. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi teknis, dan studi literatur. Data yang dikumpulkan meliputi layout jaringan perpipaan, kapasitas reservoir, spesifikasi pompa, serta data pemakaian air pada logbook harian. Analisis dilakukan terhadap kebutuhan air bersih, kapasitas reservoir, debit aliran, dimensi pipa berdasarkan kecepatan aliran dan kehilangan tekanan (head loss), serta kebutuhan dan spesifikasi pompa berdasarkan total head sistem. Selain itu, dilakukan analisis perbandingan antara sistem desentralisasi eksisting dan sistem sentralisasi yang direncanakan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan efisiensi operasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih eksisting mengalami peningkatan dari 23–102 m³/hari menjadi 151–234 m³/hari seiring meningkatnya aktivitas operasional bandar udara. Berdasarkan metode unit beban alat plambing, diperoleh total kebutuhan air sebesar 288 m³/hari dengan debit rata-rata 12 m³/jam dan debit jam puncak sebesar 24 m³/jam. Sistem eksisting memiliki empat unit reservoir dengan total kapasitas 488,5 m³, sedangkan pada sistem sentralisasi hanya dibutuhkan kapasitas minimum sebesar 147,2 m³. Dalam perencanaan sistem sentralisasi digunakan GWT PKP-PK Selatan dan GWT Pengisian Kendaraan PKP-PK dengan total kapasitas 286 m³ sehingga masih mampu memenuhi kebutuhan distribusi air tanpa pembangunan reservoir baru. Hasil analisis perpipaan menunjukkan kebutuhan diameter pipa induk sebesar 4 inci dan pipa distribusi sebesar 3 inci dengan kecepatan aliran 1,323 m/detik yang masih memenuhi standar SNI 8153:2025. Pada sistem pemompaan diperoleh kebutuhan debit pompa sebesar 24 m³/jam dengan total head 165,5 meter serta kebutuhan daya pompa minimum sebesar 12,9 kW. Sistem sentralisasi direncanakan menggunakan dua pompa dengan konfigurasi duty–standby, sementara pompa eksisting berdaya 18,5 kW masih mampu mendukung operasional sistem.
Penerapan sistem sentralisasi distribusi air bersih diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional melalui pengurangan jumlah reservoir dan pompa, optimalisasi kapasitas reservoir, serta pengaturan sistem pemompaan yang lebih terintegrasi. Sistem ini juga mampu menghasilkan distribusi tekanan yang lebih stabil dan merata, menurunkan biaya operasional, serta mempermudah pengawasan dan pemeliharaan sistem. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi perencanaan sistem distribusi air bersih yang lebih efisien, andal, dan mudah dikendalikan pada kawasan bandar udara, sekaligus mendukung penerapan konsep Green Airport melalui efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Politeknik Penerbangan Palembang > TA Engineering (General). Civil engineering (General) Politeknik Penerbangan Palembang > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Teknologi Rekayasa Bandar Udara |
| Depositing User: | Jajang Wijaya |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 02:00 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 02:00 |
| URI: | http://repository.poltekbangplg.ac.id/id/eprint/836 |

