M Indra, Martadinata, S.SiT, M.Sos. and Sukahir, S.SiT,M.T and Asep, Muhammad Soleh, S.Si.T., S.T., M.Pd. and Sunardi,, S.T.,.M.Pd., M.T and Yani, Yudha Wirawan,S.SiT., M.T. and Wahyudi, Saputra and Viktor, Suryan, S.T., MSc. and Direstu, Amalia, S.T., MS.ASM. and Setiyo, S.T., M.T. and Yayuk, Suprihartini, S.SiT.,M.A. and Jajang, Wijaya and Joshua Henry Frankestein, Apituley and M. Daffa, Ferata (2025) ANALISIS RISK BASED MAINTENANCE PADA AIR CONDITIONING SYSTEM UNTUK PENINGKATAN KEANDALAN PERALATAN. Project Report. Politeknik Penerbangan Palembang, Palembang. (Submitted)
Cover-Bab I.pdf - Submitted Version
Download (319kB)
Bab II.pdf - Submitted Version
Download (385kB)
Bab III.pdf - Submitted Version
Download (206kB)
Bab IV Hasil.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only
Download (366kB)
Kesimpulan dan saran.pdf - Submitted Version
Download (1MB)
Abstract
Gedung Serba Guna (GSG) di sebagai Gedung komersil di Politeknik Penerbangan
Palembang merupakan aset vital yang menopang kegiatan institusional dan
komersial berfrekuensi tinggi, sehingga keandalan sistem pendingin udara (Air
Conditioning - AC) menjadi krusial. Saat ini, pendekatan pemeliharaan yang
diterapkan bersifat dominan reaktif, yang menimbulkan risiko operasional
signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemeliharaan yang
ada dan menerapkan kerangka kerja Risk-Based Maintenance (RBM) untuk
mengidentifikasi mode kegagalan kritis dan meningkatkan keandalan sistem AC
secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif
deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, analisis
dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur dengan personel kunci. Metode
analisis inti yang digunakan adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA)
untuk mengukur dan memprioritaskan risiko dengan menghitung Risk Priority
Number (RPN) untuk setiap potensi kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
praktik pemeliharaan saat ini tidak terjadwal dan dipicu oleh keluhan, yang
mengakibatkan kegagalan yang sebenarnya dapat dicegah. FMEA berhasil
mengidentifikasi beberapa mode kegagalan berisiko tinggi, dengan panas berlebih
pada kompresor akibat unit outdoor yang tersumbat menunjukkan RPN tertinggi.
Ditemukan pula adanya diskoneksi persepsi risiko antara manajemen fasilitas yang
berhadapan dengan pengguna dan tim teknis yang berfokus pada penggunaan
peralatan. Studi ini menyimpulkan bahwa pergeseran dari strategi reaktif ke strategi
pemeliharaan proaktif berbasis risiko adalah suatu keharusan. Implementasi
program RBM, yang berfokus pada komponen dengan RPN tinggi dan penetapan
pemantauan berbasis kondisi, direkomendasikan untuk meningkatkan keandalan
sistem, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan menjamin kontinuitas
operasional GSG.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Teknologi Rekayasa Bandar Udara |
| Depositing User: | Unit Perpustakaan |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:53 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:53 |
| URI: | https://repository.poltekbangplg.ac.id/id/eprint/922 |

